Categories
Parenting

Bolehkah Kontes Foto dan Bakat Bag2

¦ Lihat hadiahnya. Biasanya berupa uang tunai, beasiswa pendidikan, vou cher belanja, produk-produk keluaran sponsor. Kadang ditambah piagam dan pia la yang dibuat khusus. Semuanya dicantumkan di brosur-brosur pendaf taran. Pada lomba yang ilegal, bia sanya rincian hadiah tidak diberitahukan di brosur atau saat pendaftaran. Lalu begitu menang, yang diberi kan hanya pulsa telepon atau peralatan tulis. Ja ngan sam pai biaya pendaftaran lebih mahal daripada hadiahnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Dari sisi si anak: ¦ Ada keterampilan atau kelebihan yang hendak ditonjolkan. Meski kenyataannya si kecil sangat menarik, namun belum tentu terlihat bagus dalam foto atau video. Kelebihan ini yang dikenal de ngan bakat fotogenik. Bakat inilah yang bisa mendukung si kecil di dunia modelling. Begitu juga dengan bakat atau keterampilan, apakah sudah saatnya ditampilkan karena kemampuan si kecil di atas anak se usianya?

¦ Kemampuan berpisah dengan orangtua. Apakah anak tidak takut berada sendirian di atas panggung? Kita juga mesti memperkirakan, bila si kecil menang dan dikontrak eksklusif menjalani ber bagai sesi foto dengan brand sponsor, apakah ia bisa berbaur dan bekerja sama dengan orangorang baru di lokasi pemotretan? Ia juga harus bersikap berani dan tidak gugup di depan kamera. ¦ Mudah bergaul. Bila si kecil pemalu, berada di atas panggung bisa membuatnya stres lalu menangis. Sebab, di panggung ia harus berhadapan dengan orang banyak.

¦ Bisa mengikuti arahan. Fotogenik dan mudah bergaul perlu didukung sikap kooperatif, yaitu mau diarahkan ketika men jalani sesi penjurian dan pemotretan. ¦ Mampu duduk tenang. Anak balita umumnya susah diminta duduk tenang dalam jangka waktu lama untuk menunggu selama sesi penjurian atau pemotretan. Na mun, demikian, jika ingin mengikuti lom ba, apalagi yang berlangsung di panggung, hal ini juga harus diperhitungkan Mama.

Nah, jika memang anak sudah siap, satu hal yang lebih penting lagi adalah anak benar-benar menginginkan dan menyetujui untuk mengikuti lomba. Artinya tidak boleh ada paksaan. Terakhir, Jangan fokus pada hadiah. Bantu anak memfokuskan diri untuk melakukan yang terbaik dan bersenang-senang, bukan hanya sekadar menang. Sesudah kontes, sediakan waktu untuk mengidentifi kasi celah-celah menuju ke menangan. Diskusikan betapa setiap orang punya ide yang unik dan menarik. Ingatkan anak bahwa kita sebagai orangtua tetap bangga akan usahanya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *