Categories
Parenting

Menanti Langkah Pertama Si Kecil

Si kecil telah merayakan acara ulang tahun yang pertama. Tetapi, mengapa ia belum juga dapat berjalan sendiri? Apakah ia mengalami keterlambatan perkembangan? Ups… baiknya kita jangan-jangan buru menduga si kecil mengalami keterlambatan perkembangan, ya, Ma! Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang anak belum dapat berjalan sendiri meski ulang tahun pertamanya sudah lewat beberapa minggu, bahkan bulan.

“ rekomendasi tempat terbaik untuk mengikuti kursus bahasa jerman di Jakarta “ ~ sat-jakarta ~

Yang jelas, pola perkembangan pada setiap anak sebenarnya sama, hanya kecepatannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemampuan berjalan setiap anak dicapai di usia yang berbeda-beda. Mama Papa perlu tahu, kemampuan berjalan sendiri adalah suatu tingkat perkembangan yang kompleks. Selain dibutuhkan keterampilan, ada faktor-faktor lain yang juga turut mendukung kesiapannya, seperti kekuatan otot-otot penyangga tubuh (otot di sekitar tulang belakang); kekuatan otot tungkai hingga telapak kaki; dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh.

Proses tumbuh kembang seorang anak terjadi secara bertahap, teratur, dan berkesinambungan. Biasanya, anak mulai belajar berjalan saat memasuki usia 8 bulan. Di usia tersebut, umumnya anak sudah mampu mengangkat kepala, memiringkan badan, tengkurap, duduk, merangkak, dan berdiri sendiri. Di usia selanjutnya anak mampu berjalan sambil berpegangan (pada benda kokoh) hingga akhirnya dapat berjalan sendiri. Nah, kemampuan berjalan sendiri ini akan dicapai anak pada rentang usia 12—18 bulan. Jadi, tak perlu khawatir, ya Ma, bila si buah hati yang berusia 15 bulan, misal, masih tertatih-tatih saat berusaha berjalan sendiri. Hal itu normal, kok! Yang perlu Mama lakukan adalah terus menyemangati dan membantunya berlatih.

Pentingnya Stimulasi

Pada dasarnya, setiap tahap perkembangan yang dialami seorang anak merupakan hasil dari pematangan (maturasi) dan proses belajar melalui praktik dan pengulangan. Begitu pun dengan perkembang an kemampuan berjalan sendiri, yang merupakan salah satu bagian dari perkembangan motorik atau perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Jadi, kemampuan berjalan sendiri merupakan hasil interaksi antara kematangan susunan saraf pusat (otak) dengan organ yang dipengaruhinya, yakni sistem neuromuscular (otot). Kematangan sistem saraf pusat ini, selain ditentukan oleh potensi genetik, juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Nah, salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah stimulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *