Categories
Parenting

Menanti Langkah Pertama Si Kecil Bag2

Di sinilah stimulasi berperan penting. Jika maturasi sudah mencapai level tertentu dan siap untuk diasah melalui proses belajar, namun proses belajarnya (yang sangat bergantung pada lingkungan) terlambat dimulai, maka bisa diperkirakan akan terjadi keterlambatan. Misalnya, orangtua terlalu sering menggendong anak atau lebih suka meletakkan anak di stroller/bouncer daripada di lantai.

“ Info lowongan kerja di Jerman lengkap dengan program ausbildung di Jerman gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ sat-jakarta.com ~

Bila ini terjadi, tanpa disadari sebenarnya orangtua sedang menghambat gerakan anak dan tidak memberikan stimulasi yang cukup. Padahal, stimulasi bertujuan memberikan kesempatan pada anak untuk bergerak, belajar, dan mengembangkan pola jalannya sendiri. Sebaliknya, jika anak belum siap belajar berjalan sen diri namun orangtua terlampau bersemangat memberikan stimulasi, dikhawatirkan akan terjadi stimulasi berlebihan yang justru merugikan anak.

Ia bukan hanya jadi rewel, tetapi keinginannya untuk belajar berjalan sendiri akan menurun, bahkan bisa muncul penolakan. Intinya, meski stimulasi itu pen ting, berikan dorongan semangat untuk belajar berjalan dalam porsi yang proporsional, baik kualitas maupun kuantitasnya. Jika sampai usia 18 bulan si kecil belum juga menunjukkan kemampuan berjalan sendiri, segera periksakan ia ke dokter , ya.

Perhatikan ini

Untuk mendukung kesuksesan anak belajar berjalan sendiri, ada beberapa hal yang penting Mama Papa perhatikan. ? Kurangi waktu anak duduk di kursi, bouncer, atau stroller. Perbanyak waktunya duduk dan bermain di lantai. ? Amankan area rumah tempat anak bereksplorasi. Jauhkan benda-benda yang yang mudah pecah, tajam, dan memiliki aliran listrik. ? Pancing minat anak untuk bergerak dengan memintanya meraih mainan yang sedang kita pegang dengan cara bergeser atau melangkahkan kaki secara perlahan. ?

Saat anak berhasil meraih mainan yang kita pegang, berikan pujian dengan bertepuk tangan atau bersorak gembira agar timbul perasaan senang sekaligus bangga pada diri nya. ? Tuntun anak dengan memegang salah satu atau kedua tangannya saat ia ingin melangkah secara lebih bebas atau lebih jauh. ? Bila anak terjatuh saat berjalan, hadapi dengan tenang, lalu semangati anak untuk berdiri dan berjalan lagi. Hindari bersikap kaget secara berlebihan, karena akan membuat suasana lebih dramatis dan anak pun akan terbawa.

Categories
Parenting

Menanti Langkah Pertama Si Kecil

Si kecil telah merayakan acara ulang tahun yang pertama. Tetapi, mengapa ia belum juga dapat berjalan sendiri? Apakah ia mengalami keterlambatan perkembangan? Ups… baiknya kita jangan-jangan buru menduga si kecil mengalami keterlambatan perkembangan, ya, Ma! Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang anak belum dapat berjalan sendiri meski ulang tahun pertamanya sudah lewat beberapa minggu, bahkan bulan.

“ rekomendasi tempat terbaik untuk mengikuti kursus bahasa jerman di Jakarta “ ~ sat-jakarta ~

Yang jelas, pola perkembangan pada setiap anak sebenarnya sama, hanya kecepatannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemampuan berjalan setiap anak dicapai di usia yang berbeda-beda. Mama Papa perlu tahu, kemampuan berjalan sendiri adalah suatu tingkat perkembangan yang kompleks. Selain dibutuhkan keterampilan, ada faktor-faktor lain yang juga turut mendukung kesiapannya, seperti kekuatan otot-otot penyangga tubuh (otot di sekitar tulang belakang); kekuatan otot tungkai hingga telapak kaki; dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh.

Proses tumbuh kembang seorang anak terjadi secara bertahap, teratur, dan berkesinambungan. Biasanya, anak mulai belajar berjalan saat memasuki usia 8 bulan. Di usia tersebut, umumnya anak sudah mampu mengangkat kepala, memiringkan badan, tengkurap, duduk, merangkak, dan berdiri sendiri. Di usia selanjutnya anak mampu berjalan sambil berpegangan (pada benda kokoh) hingga akhirnya dapat berjalan sendiri. Nah, kemampuan berjalan sendiri ini akan dicapai anak pada rentang usia 12—18 bulan. Jadi, tak perlu khawatir, ya Ma, bila si buah hati yang berusia 15 bulan, misal, masih tertatih-tatih saat berusaha berjalan sendiri. Hal itu normal, kok! Yang perlu Mama lakukan adalah terus menyemangati dan membantunya berlatih.

Pentingnya Stimulasi

Pada dasarnya, setiap tahap perkembangan yang dialami seorang anak merupakan hasil dari pematangan (maturasi) dan proses belajar melalui praktik dan pengulangan. Begitu pun dengan perkembang an kemampuan berjalan sendiri, yang merupakan salah satu bagian dari perkembangan motorik atau perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Jadi, kemampuan berjalan sendiri merupakan hasil interaksi antara kematangan susunan saraf pusat (otak) dengan organ yang dipengaruhinya, yakni sistem neuromuscular (otot). Kematangan sistem saraf pusat ini, selain ditentukan oleh potensi genetik, juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Nah, salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah stimulasi.

Categories
Berita

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag7

”Mereka datang dalam rangka menggelar rapat di Wakatobi,” katanya. Rektor Djaali justru membenarkan pernah ke Kendari untuk memberi bimbingan disertasi. ”Semua kuliah di sini, di Jakarta. Hanya, sesekali pernah diundang bimbingan di hotel di Kendari,” ujarnya.

Universitas Negeri Jakarta membuka kerja sama mahasiswa strata tiga atau S-3 dengan 12 perguruan tinggi pendidikan negeri sejak sembilan tahun lalu. Tujuannya: meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau dosen di perguruan tinggi bersangkutan. Kala itu, Rektor UNJ Djaali masih menjabat Direktur Pascasarjana UNJ. Saat UNJ bekerja sama dengan Universitas Bengkulu pada 4 Januari 2010, Djaali yang menandatanganinya. Tercatat sekitar 500 mahasiswa mengikuti program kerja sama ini—sekitar separuh di antaranya hingga akhir Agustus lalu belum lulus.

Categories
Resep

Lemper Bakar Klasik ala Nasi Kotak Jakarta

Lemper Bakar Klasik ala Nasi Kotak Jakarta – Bahan: 250 gr beras ketan, rendam 1 jam, tiriskan 100 ml santan, dari 1/4 butir kelapa 2 btg serai, ambil putihnya, memarkan 1 lbr daun salam 3/4 sdt garam 6 lbr daun pisang, untuk membungkus 24 btg lidi, untuk penyemat Bahan Isi: 2 bh paha ayam atas bawah 2 btg serai, ambil putihnya, memarkan 3/4 sdt garam 2 lbr daun salam 1/2 sdt merica bubuk 200 ml santan, dari 1/4 butir kelapa 1/2 sdt gula pasir 500 ml air Bumbu Halus: 1/2 sdt ketumbar, sangrai 3 btr kemiri, sangrai 4 siung bawang putih 10 btr bawang merah

Cara Membuat Untuk 12 buah : 1. Isi, rebus ayam pada air mendidih hingga matang. Angkat ayam. Suwir-suwir dagingnya. Ambil dan ukur 250 ml kaldunya. 2. Masak campuran ayam, bumbu halus, serai, daun salam, garam, merica, dan gula sampai harum. Tuang air kaldu. Aduk sampai mendidih. Tuang santan. Masak di atas api kecil sampai meresap. Dinginkan. 3. Kukus beras ketan 20 menit. Angkat. Sisihkan. 4. Rebus santan, serai, daun salam, dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Matikan api. Tambahkan beras ketan. Aduk sampai meresap. Angkat dan kukus dalam waktu selama 30 menit sampai matang. 5. Ambil 50 gram ketan. Kepal-kepal. Pipihkan. Beri isi. Bentuk lonjong. Bungkus dengan daun pisang muda. Semat dengan lidi. 6. Bakar lemper pada pan bergelombang hingga harum.

Strategi Kontrol Pembukuan Pemasukan • Memiliki format catatan pemasukan yang benar. Bisa secara manual tertulis di buku catatan ataupun dapat memakai program Excel di komputer. • Jika penjualan usaha sudah menggunakan aplikasi/mesin kasir modern, copy/salinan nota penjualan perlu dikumpulkan sebagai tanda bukti penjualan. • Jika usaha belum menggunakan aplikasi dan mesin kasir modern, buatlah nota penjulan tertulis 2 rangkap. Yang asli diberikan ke pembeli setelah membayar lalu simpan salinannya sebagai tanda bukti. • Lakukan cek/kontrol tiap bulan dengan mencocokan catatan pembukuan dengan salinan nota penjualan yang telah dikumpulkan.

sumber : https://salamacatering.com/