Categories
Parenting

Manfaat Menyusui

Dengan menyusui, Mama dapat terhindar dari risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker. Betul, Ma, menyusui bukan hanya memberi banyak manfaat bagi bayi, melainkan juga untuk Mama. Salah satu yang penting, dengan menyusui akan membuat rahim lebih cepat menyusut. Saat bayi mengisap payudara segera setelah dilahirkan, tubuh Mama akan melepaskan hormon oksitosin.

Baca juga : Kerja di Jerman

Hormon ini tidak hanya berperan mengeluarkan ASI, tetapi juga secara terus-menerus menimbulkan kontraksi di rahim. Kontraksi ini, selain mencegah terjadinya perdarahan pascapersalinan, juga membantu rahim untuk lebih cepat kembali ke kondisi sebelum hamil. Begitu menurut studi yang dimuat di BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynecology. Masih banyak lagi manfaat menyusui bagi Mama, berikut ini di antaranya:

BALA BANTUAN MELAWAN DEPRESI. Menurut Kathleen Kendall-Tacket, PhD, IBCLC, RLC, FAPA1, dari Departemen Kesehatan Anak, Texas Tech University School of Medicine, Amarillo, depresi banyak dialami oleh Mama baru dan bisa berdampak besar bagi Mama maupun bayinya. “Mama yang mengalami depresi berkemungkinan besar untuk berhenti menyusui. Namun di lain pihak, aktivitas menyusui juga dapat memperbaiki mood Mama dan menurunkan tingkat stresnya. Dengan sendirinya, depresi juga bisa dihindari,” katanya. Namun, efek positif dari menyusui ini hanya bisa diraih jika Mama bisa konsisten menyusui dengan baik.

RISIKO OBESITAS DI KEMUDIAN HARI BERKURANG. Produksi ASI eksklusif, yang kira-kira menguras energi hingga 500 kkal per hari, dapat menurunkan risiko Mama mengalami obesitas di kemudian hari. Selain juga mengalami penumpukan lemak viseral yang lebih sedikit di kemudian hari dan ukuran pinggangnya pun lebih kecil dibandingkan Mama yang tidak menyusui. Demikian hasil penelitian yang dimuat di International Journal of Obesity.

AMAN DARI TEKANAN DARAH TINGGI. Hormon oksitosin, prolaktin, dan kortisol yang dibutuhkan dalam menyusui, ternyata juga dapat memengaruhi tekanan darah. Menurut studi yang dimuat di American Journal of Epidemiology, dibandingkan dengan Mama yang menyusui selama setidaknya 6 bulan, Mama yang tidak menyusui berisiko 29% lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Semakin lama menyusui, semakin Mama terjauh dari risiko tekanan darah tinggi.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *