Categories
Parenting

Manfaat Menyusui

Dengan menyusui, Mama dapat terhindar dari risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker. Betul, Ma, menyusui bukan hanya memberi banyak manfaat bagi bayi, melainkan juga untuk Mama. Salah satu yang penting, dengan menyusui akan membuat rahim lebih cepat menyusut. Saat bayi mengisap payudara segera setelah dilahirkan, tubuh Mama akan melepaskan hormon oksitosin.

Baca juga : Kerja di Jerman

Hormon ini tidak hanya berperan mengeluarkan ASI, tetapi juga secara terus-menerus menimbulkan kontraksi di rahim. Kontraksi ini, selain mencegah terjadinya perdarahan pascapersalinan, juga membantu rahim untuk lebih cepat kembali ke kondisi sebelum hamil. Begitu menurut studi yang dimuat di BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynecology. Masih banyak lagi manfaat menyusui bagi Mama, berikut ini di antaranya:

BALA BANTUAN MELAWAN DEPRESI. Menurut Kathleen Kendall-Tacket, PhD, IBCLC, RLC, FAPA1, dari Departemen Kesehatan Anak, Texas Tech University School of Medicine, Amarillo, depresi banyak dialami oleh Mama baru dan bisa berdampak besar bagi Mama maupun bayinya. “Mama yang mengalami depresi berkemungkinan besar untuk berhenti menyusui. Namun di lain pihak, aktivitas menyusui juga dapat memperbaiki mood Mama dan menurunkan tingkat stresnya. Dengan sendirinya, depresi juga bisa dihindari,” katanya. Namun, efek positif dari menyusui ini hanya bisa diraih jika Mama bisa konsisten menyusui dengan baik.

RISIKO OBESITAS DI KEMUDIAN HARI BERKURANG. Produksi ASI eksklusif, yang kira-kira menguras energi hingga 500 kkal per hari, dapat menurunkan risiko Mama mengalami obesitas di kemudian hari. Selain juga mengalami penumpukan lemak viseral yang lebih sedikit di kemudian hari dan ukuran pinggangnya pun lebih kecil dibandingkan Mama yang tidak menyusui. Demikian hasil penelitian yang dimuat di International Journal of Obesity.

AMAN DARI TEKANAN DARAH TINGGI. Hormon oksitosin, prolaktin, dan kortisol yang dibutuhkan dalam menyusui, ternyata juga dapat memengaruhi tekanan darah. Menurut studi yang dimuat di American Journal of Epidemiology, dibandingkan dengan Mama yang menyusui selama setidaknya 6 bulan, Mama yang tidak menyusui berisiko 29% lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Semakin lama menyusui, semakin Mama terjauh dari risiko tekanan darah tinggi.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Categories
Parenting

Mamil Berpendidikan Tinggi Cenderung Punya Dua Anak Atau Lebih

Survei yang dilakukan oleh Pew Research &enter di Amerika Serikat menemukan, Jumlah perempuan berpendidikan tinggi yang memutuskan untuk tidak memiliki anak ternyata menurun hingga 30% dibandingkan dua dekade lalu. Penurunan mencolok terlihat pada kalangan mama berusia 40 tahun dengan pendidikan S2 atau lebih tinggi.

“ lowongan kerja magang ke Jepang untuk SMA/SMK gratis “ upstory

Selain itu, studi ini juga menemukan, para mama dengan pendidikan tinggi ini cenderung memiliki keluarga yang lebih besar. Sekitar 6 dari 10 mama dengan gelar S2 memiliki 2 anak atau lebih. Tren ini banyak dipengaruhi oleh perubahan demografi dan sosial, di antaranya karena semakin banyak perempuan karier yang mencapai posisi manajerial, pemimpin, atau profesional,” kata Gretchen Livingston, peneliti senior dalam studi ini.

Kok, Air Liur Jadi Lebih Banyak?

Biasanya, produksi air liur yang lebih banyak selama kehamilan disertai dengan gangguan lainnya, seperti rasa mual atau muntah berlebihan. Kondisi ini akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan berkurangnya mual-muntah yang dialami. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti sebagian mamil jadi cenderung mengiler saat hamil. Tapi yang Melas, alih-alih ditelan lagi, Mama lebih baik meludahkannya. Kalau ditelan Mustru akan membuat Mama semakin mual. Supaya air liur tidak terlalu banyak keluar, cobalah mengisap perasan lemon, jeruk nipis, atau es batu.

Mamil Perokok Cenderung Punya Bayi Kembar?

Riset baru yang dilakukan oleh tim dari University of South Florida (USF) dan University of Illinois di Urbana-Champaign mencoba mencari kaitan antara kebiasaan merokok, profil genetik mamil, dan kemungkinan memiliki bayi kembar. Menurut studi awal yang dimuat di American Journal of Human Biology, adanya single nucleotide polymorphism (SNP) dari gen TP53 merupakan faktor penting yang menghubungkan kebiasaan merokok mamil dengan kecenderungan memiliki bayi kembar. “Temuan ini sangat menarik, mengingat kebiasaan merokok banyak berkaitan dengan infertilitas dan keguguran,” kata Dr. Lorena Madrigal, kepala studi, yang berasal dari Departemen Antropologi USF.

 

Categories
Parenting

Belajar Bersyukur Bag3

Tentu prasekolah sering meminta mainan, nonton serial favoritnya, permen dan cokelat. Namun, jangan ragu berkata tidak jika kondisi sedang tidak memungkinkan, misalnya anak sedang batuk. Aturan ini juga harus ditegakkan, sebab sulit meminta anak lebih bersyukur jika kita selalu memenuhi keinginannya. Terakhir, kita sendiri harus lebih sabar menghadapi anak.

“ Informasi lengkap mengenai beasiswa kuliah di Jerman gratis S1 S2 “ upstory.org

Membangun sikap menghargai barang tak bisa langsung jadi dalam semalam, tetapiperlu proses berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Mungkin tak sedikit reward ataupun penguatan perilaku anak yang harus kita berikan pada anak, but it still worth it. Seiring waktu, sifat egosentris anak lambat laun juga akan berkurang, asal kita mampu mengimbanginya dengan merangsang sikap empati agar muncul dalam diri anak.

Mulailah dari hal kecil, dengan memakan semua yang sudah disajikan di meja, misal, berkata “Enak!” pada makanan yang dimasak, juga kata “terima kasih” dan “tolong”. Dan tentu kembali lagi kepada kita sebagai role model anak ya, kita tak hanya menjadi teladan bagi diri sendiri, tetapi menjadi panutan utama dan pertama anak kita di rumah. Dengan senantiasa bersyukur kita akan senantiasa berempati pada orangorang yang kurang beruntung di sekeliling kita.

Nak, Dengarkan!

Membuat anak mendengarkan itu susah-susah gampang. Apalagi dengan jawaban-jawabannya, ia juga sudah mampu tawar-menawar dengan kita. Kalau proses negosiasi gagal, ujungnya kita malah menuruti kemauan anak. Sebetulnya, bagaimana sih cara membuat anak mau mendengarkan permintaan kita?

Ternyata, cara ini bisa membantu: tatap mata anak lekat-lekat, sebut namanya dengan tenang, beri jeda, lalu berikan dua instruksi sederhana, dan akhiri dengan kata “sekarang”. Contoh, “Kakak, ke kamar mandi dan sikat gigimu sekarang.” Beri jeda 15-18 detik dan berdirilah 1-2 meter dari anak. Jika anak mengikuti arahan tersebut, beri pujian dan berterima kasih padanya. Jika ia tidak mengikuti arahan, tetap tenang dan ulangi instruksinya, sampai ia mau melakukan permintaan kita. Kuncinya adalah ucapkan dengan nada tenang, berjeda antar-instruksi, sehingga kita juga tetap mampu mengontrol emosi.

Categories
Parenting

Pendiri V8 Futsal Academy

Memberikan beasiswa kepada anak-anak berbakat besar namun tak memiliki biaya dengan menyalurkan mereka ke klub futsal profesional. Coaching Clinic ke Sekolah Sekolah. Para penggemar olahraga sepak bola dan futsal, tentu tak asing lagi dengan sosok yang satu ini, Vennard Hutabarat (41).

Baca juga : Kerja di Jerman

Sempat menjadi bintang Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta), Veve, sapaan akrabnya, kemudian memutuskan menekuni futsal. Kini, ia menjadi pelatih futsal. Menurutnya, negeri kita tercinta ini memiliki banyak talenta muda dalam olahraga futsal dan ia optimis jika futsal akan lebih banyak dilirik masyarakat. Buktinya, banyak sekolah yang sudah menjadikan futsal sebagai kegiatan ekstrakurikuler, bahkan membentuk tim futsal untuk mengikuti kejuaraan futsal antarsekolah.

Nah, demi memajukan futsal di Indonesia, Veve bersama sebuah perusahaan makanan cepat saji, mendatangi sekolah-sekolah (SD) untuk membagi ilmu tentang futsal. Ia bercita-cita, futsal Indonesia menjadi lebih baik dan dapat berkiprah di dunia internasional. “Sudah tiga tahun saya melakukan coaching clinic ke sekolah-sekolah,” kata Veve. Ia memberi pelatihan kepada anak-anak sekolah dasar tentang teknik dasar bermain futsal. Teknik dasar, seperti menendang, mengoper, menguasai bola sangatlah penting dikuasai, sehingga keterampilan mereka bermain futsal bisa jauh berkembang.

Tak hanya melatih siswa, Veve pun memberikan coaching kepada pelatih futsal sekolah. “Di sekolah biasanya yang melatih adalah guru olahraga, rata-rata mereka kurang memahami teknik teknik futsal yang benar,” papar pelatih klub futsal Electric PLN ini. Dengan kedatangannya ke sekolah-sekolah, ia berharap dapat menumbuhkembangkan kemampuan anak-anak didik agar lebih optimal. “Ini penting dilakukan karena anak-anak akan menjadi andalah kita di masa depan,” tandas ayah dari Joana Callista Viola Hutabarat (4) ini.

Mendirikan v8 futsal academy Veve sangat senang, saat ini sudah ada stasiun teve yang menyiarkan secara langsung pertandingan Liga Futsal Indonesia. “Itu akan sangat mendukung kemajuan futsal di Indonesia,” katanya. Tak heran, jika dahulu masyarakat tidak tahu siapa saja pemain futsal Indonesia, kini masyarakat mulai mengenal Bayu Saptaji, Ali Haidar, Alfarizi Farabbi, juga Vennard Hutabarat. Prestasi Indonesia pun semakin bagus, berhasil menjadi juara AFF futsal pada 2010, yakni kejuaraan futsal se-Asia Tenggara.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Saatnya Merancang Jenis Kelamin Bayi Bag2

Makanan tersebut adalah jagung, blueberry, kentang, semangka, susu, keju, yoghurt, mayones, krim carbonara, dan sebagainya. JIKA INGIN BAYI PEREMPUAN Untuk menghasilkan janin perempuan, maka yang harus membuahi sel telur adalah sel sperma yang berunsur kromosom X. Berbeda dari koromosom Y, karakter kromosom X adalah pergerakannya lebih lambat.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Namun, daya tahan si X ini lebih kuat, mampu bertahan lebih lama saat kadar pH (asam) Miss V dan leher rahim lebih tinggi. Jenis makanan yang dapat mempertahankan atau meningkatkan kadar pH asam pada Miss V dan serviks adalah yang kaya akan kalsium dan magnesium, namun rendah garam, seperti: susu dan produk turunannya (yoghurt, es krim, dan keju), kacangkacangan, telur, daging ayam, sereal, nasi, pasta, buah-buahan (apel, anggur, prune, plum), buncis, jagung, dan ikan. Mama juga bisa mengonsumsi terong, mentimun, kacang hijau, cabai, dan bawang merah.

Sebaliknya, Mama perlu menghindari makanan yang dapat menurunkan keasaman, seperti pisang, semangka, kentang, bayam, kacang almond, teh dan kopi, cokelat, jus jeruk, serta makanan lainnya yang dianjurkan pada yang ingin mendapatkan anak laki-laki. SIAPKAN MENUNYA, MA! Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikannya dalam menu makanan sehari-hari. Mama bisa mulaimengatur asupan makan sekitar tiga bulan sebelum konsepsi berlangsung. Buatlah daftar makanan yang bisa meningkatkan basa/asam, lalu tempel daftar makanan tersebut di tempat yang mudah terlihat.

Pilih menu yang mendukung keinginan untuk mengondisikan vagina/ serviks menjadi asam atau basa. Misal, untuk mendapatkan bayi perempuan, menunya adalah sarapan dengan pasta, telur, ditambah susu. Kemudian, siangnya makan nasi dengan lauk ikan bakar dan perkedel jagung. Di sela-sela makan siang dan malam, makanlah buah, apel misalnya. Selanjutnya, makan malam bisa dengan nasi, oseng buncis dan daging ayam.

Tentunya, Mama tidak dilarang bila sesekali mengonsumsi makanan yang tidak ada dalam tabel. Yang terpenting, menu yang disusun cenderung sesuai dengan keinginan dalam dalam mengondisikan pH di vagina/servik. Mengonsumsi menu tersebut dalam jangka waktu tiga bulan diharapkan dapat membuat kondisi vagina dan serviks berada pada kondisi asam atau basa, sesuai dengan yang diinginkan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Categories
Parenting

Tip dan Trik Usir Stres

Syukuri kehamilan, relaks, dan nikmati hari-hari selama menjalani kehamilan. Beribadah sesuai agama atau kepercayaan mamil. Kontrol kehamilan secara teratur ke bidan, dokter umum atau dokter obgin. Menjaga asupan nutrisi mamil dengan makanan bergizi seimbang, sehingga terpenuhi kecukupan kalori yang dibutuhkan mamil. Lakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Olahraga ringan dan ikuti senam hamil. Istirahat sesuai kebutuhan tubuh mamil.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Tetap merawat diri dan kecantikan mamil secara rutin, seperti, Membersihkan wajah sebanyak dua kali sehari sesuai jenis kulit wajahnya, sehabis merias wajah atau sebelum tidur. Bila kulit mamil terasa kering, gunakan pelembap. Bila mamil akan keluar rumah, gunakan sunscreen atau tabir surya berkadar SPF rendah, disarankan SPF 15.

Gunakan krim khusus pencegah stretch mark berbahan dasar herbal alami. Bila bagian perut terasa gatal karena proses peregangan fisiologis di daerah perut, alasi perut dengan kain lembut yang cukup tebal, lalu diusap-usap mengunakan telapak tangan, jangan mengunakan kuku.

Kiat Kelola Stres

Perubahan pada masa kehamilan tidak bisa dihindari, agar mamil dapat mengelolanya, menurut Dian L. Izwar, MPH, Psi., dari klinik Psikologi RS Islam Jakarta, Pondok Kopi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan :

1. Kenali penyebab stres. Pikirkan apa yang membuat Mama stres dan terbenani. Jika mungkin, selesaikan masalah yang menjadi beban pikiran mama. 2. Minta bantuan. Berbagilah pada orang yang dapat Mama percaya (suami, ibu, sahabat, adik/kakak) atau minta bantuan proIesional (bidan/dokter/psikolog) untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri.

Bahkan, hanya sekadar bercerita saja pada mereka dapat membuat Mama merasa lebih lega dan sering kali mendapatkan sudut pandang baru. 3. Buku antistres. Kapan saja Mama merasa ada hal yang mengganggu atau membuat khawatir, tuliskan di buku antistres. Dengan menulis, maka ketegangan yang dirasakan bisa berkurang. Selain itu, Mama juga bisa menanyakan apa yang menjadi kekhawatirannya kepada proIesional (bidan/dokter) pada saat memeriksakan kehamilan. 4.

Manjakan diri. Stres artinya tegang. jadi, untuk mengatasinya, Mama perlu relaks. Manjakan diri dan lakukan aktivitas yang bisa membuat nyaman. Dengarkan tubuh Mama. Kalau lelah, beristirahatlah. kalau ingin sesuatu, lakukan. kalau tidak ingin atau tidak mampu melakukan sesuatu yang selama ini menjadi tanggung jawab Mama, bicarakan dengan orang-orang yang terlibat.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Categories
Parenting

Nyeri Badan, Mungkinkah Fibromyalgia? Bag3

Nah, untuk kriteria yang disebut terakhir, ini cocok dengan mamil. %ukankah umumnya mamil cende rung mengalami stres lebih tinggi, terlebih dalam meng hadapi persalinan dan kedatangan buah hati” %ila kehamilannya berlangsung di atas usia 3 tahun, faktor risiko pencetus fibromyalgia pada mamil tersebut pun bertambah.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Dirujuk Ke Dokter Saraf & Psikiater

Jangan khawatir, Ma. Sindrom fibromyalgia tidak mengancam jiwa. Hanya saja, sindrom ini bersifat kronis atau menahun dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. 5asa nyeri yang menetap, rasa lelah berkepanjangan, serta gangguan konsentrasi, membuat kita tidak dapat beraktivitas secara optimal. Pekerjaan menjadi terganggu, gangguan tidur pun mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terkena penyakit lain. Ditambah dengan penyebabnya yang belum diketahui, maka belum ada terapi medis yang dapat menyembuhkan fibromyalgia. Meski demikian, pemberian obat dan psikoterapi dapat meringankan gejala-gejalanya.

Penderita fibromyalgia umumnya akan dirujuk ke dokter spesialis saraf dan psikiater. Dokter akan memberikan obat antidepresan yang manfaatnya antara lain dapat mengurangi rasa nyeri dan mengatasi gangguan tidur. Sementara psikiater akan membantu mencari dan mengatasi faktor psikologis yang mencetuskan gejala-gejala fibromyalgia. Melalui penanganan ini, penderita fibromyalgia pun dapat kem bali beraktivitas dengan normal.

Bagaimana dengan mamil” 8mumnya, dokter menyarankan penggunaan obat seminimal mungkin demi menghindari dampak negatif pada janin. Hingga kini, belum ada penelitian yang mengkaji hubungan antara konsumsi makanan dengan fibromyalgia. Karena itu, tidak ada diet khusus yang disarankan pada pasien fibromyalgia. Meski demikian, mengonsumsi banyak buah dan sayuran segar akan menyediakan antioksidan bagi tubuh kita yang berguna untuk meredam sumber rasa nyeri.

Untuk meringankan gejala-gejala fibromyalgia, mamil dapat melakukan hal-hal berikut ini: n Berendam di air hangat, mengompres hangat bagian tubuh yang terasa nyeri, melakukan akupunktur, meditasi, serta melatih teknik pernapasan. n Bila kerap dilanda rasa lelah dan nyeri, beristirahatlah 2? kali sehari selama 20?0 menit. Kurangi aktivitas yang menguras tenaga agar tidak mencetuskan gejala. n Melakukan olahraga aerobik ringan, yoga, atau bersepeda statis pun dapat membantu meringankan gejala. Namun sebelum mulai berolahraga, konsultasikan dulu dengan dokter obgin dan dokter spesialis lain yang menangani Mama, ya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Menanti Langkah Pertama Si Kecil Bag2

Di sinilah stimulasi berperan penting. Jika maturasi sudah mencapai level tertentu dan siap untuk diasah melalui proses belajar, namun proses belajarnya (yang sangat bergantung pada lingkungan) terlambat dimulai, maka bisa diperkirakan akan terjadi keterlambatan. Misalnya, orangtua terlalu sering menggendong anak atau lebih suka meletakkan anak di stroller/bouncer daripada di lantai.

“ Info lowongan kerja di Jerman lengkap dengan program ausbildung di Jerman gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ sat-jakarta.com ~

Bila ini terjadi, tanpa disadari sebenarnya orangtua sedang menghambat gerakan anak dan tidak memberikan stimulasi yang cukup. Padahal, stimulasi bertujuan memberikan kesempatan pada anak untuk bergerak, belajar, dan mengembangkan pola jalannya sendiri. Sebaliknya, jika anak belum siap belajar berjalan sen diri namun orangtua terlampau bersemangat memberikan stimulasi, dikhawatirkan akan terjadi stimulasi berlebihan yang justru merugikan anak.

Ia bukan hanya jadi rewel, tetapi keinginannya untuk belajar berjalan sendiri akan menurun, bahkan bisa muncul penolakan. Intinya, meski stimulasi itu pen ting, berikan dorongan semangat untuk belajar berjalan dalam porsi yang proporsional, baik kualitas maupun kuantitasnya. Jika sampai usia 18 bulan si kecil belum juga menunjukkan kemampuan berjalan sendiri, segera periksakan ia ke dokter , ya.

Perhatikan ini

Untuk mendukung kesuksesan anak belajar berjalan sendiri, ada beberapa hal yang penting Mama Papa perhatikan. ? Kurangi waktu anak duduk di kursi, bouncer, atau stroller. Perbanyak waktunya duduk dan bermain di lantai. ? Amankan area rumah tempat anak bereksplorasi. Jauhkan benda-benda yang yang mudah pecah, tajam, dan memiliki aliran listrik. ? Pancing minat anak untuk bergerak dengan memintanya meraih mainan yang sedang kita pegang dengan cara bergeser atau melangkahkan kaki secara perlahan. ?

Saat anak berhasil meraih mainan yang kita pegang, berikan pujian dengan bertepuk tangan atau bersorak gembira agar timbul perasaan senang sekaligus bangga pada diri nya. ? Tuntun anak dengan memegang salah satu atau kedua tangannya saat ia ingin melangkah secara lebih bebas atau lebih jauh. ? Bila anak terjatuh saat berjalan, hadapi dengan tenang, lalu semangati anak untuk berdiri dan berjalan lagi. Hindari bersikap kaget secara berlebihan, karena akan membuat suasana lebih dramatis dan anak pun akan terbawa.

Categories
Parenting

Menanti Langkah Pertama Si Kecil

Si kecil telah merayakan acara ulang tahun yang pertama. Tetapi, mengapa ia belum juga dapat berjalan sendiri? Apakah ia mengalami keterlambatan perkembangan? Ups… baiknya kita jangan-jangan buru menduga si kecil mengalami keterlambatan perkembangan, ya, Ma! Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang anak belum dapat berjalan sendiri meski ulang tahun pertamanya sudah lewat beberapa minggu, bahkan bulan.

“ rekomendasi tempat terbaik untuk mengikuti kursus bahasa jerman di Jakarta “ ~ sat-jakarta ~

Yang jelas, pola perkembangan pada setiap anak sebenarnya sama, hanya kecepatannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemampuan berjalan setiap anak dicapai di usia yang berbeda-beda. Mama Papa perlu tahu, kemampuan berjalan sendiri adalah suatu tingkat perkembangan yang kompleks. Selain dibutuhkan keterampilan, ada faktor-faktor lain yang juga turut mendukung kesiapannya, seperti kekuatan otot-otot penyangga tubuh (otot di sekitar tulang belakang); kekuatan otot tungkai hingga telapak kaki; dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh.

Proses tumbuh kembang seorang anak terjadi secara bertahap, teratur, dan berkesinambungan. Biasanya, anak mulai belajar berjalan saat memasuki usia 8 bulan. Di usia tersebut, umumnya anak sudah mampu mengangkat kepala, memiringkan badan, tengkurap, duduk, merangkak, dan berdiri sendiri. Di usia selanjutnya anak mampu berjalan sambil berpegangan (pada benda kokoh) hingga akhirnya dapat berjalan sendiri. Nah, kemampuan berjalan sendiri ini akan dicapai anak pada rentang usia 12—18 bulan. Jadi, tak perlu khawatir, ya Ma, bila si buah hati yang berusia 15 bulan, misal, masih tertatih-tatih saat berusaha berjalan sendiri. Hal itu normal, kok! Yang perlu Mama lakukan adalah terus menyemangati dan membantunya berlatih.

Pentingnya Stimulasi

Pada dasarnya, setiap tahap perkembangan yang dialami seorang anak merupakan hasil dari pematangan (maturasi) dan proses belajar melalui praktik dan pengulangan. Begitu pun dengan perkembang an kemampuan berjalan sendiri, yang merupakan salah satu bagian dari perkembangan motorik atau perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Jadi, kemampuan berjalan sendiri merupakan hasil interaksi antara kematangan susunan saraf pusat (otak) dengan organ yang dipengaruhinya, yakni sistem neuromuscular (otot). Kematangan sistem saraf pusat ini, selain ditentukan oleh potensi genetik, juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Nah, salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah stimulasi.

Categories
Parenting

Siapkah Si Kecil Toilet Training Bag2

Sementara tanda-tanda kesiapan anak secara psikologis antara lain dilihat dari ketertarikannya untuk mencoba duduk pada pispot dan kegiatan ini ia lakukan dengan senang hati. Ketertarikannya tersebut juga berlangsung dalam jangka waktu jelas. Contoh, ketika pertama kalidikenalkan dengan pispot si batita menunjukkan ketertarikan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Terlebih lagi jika ia kemudian mau mencobanya lagi keesokan harinya serta hari-hari selanjutnya tanpa ada kesulitan yang cukup berarti. Kemajuan sekecil apa pun dari pembelajaran mengenai toilet training yang kita berikan juga merupakan tanda buah hati memang telah siap untuk fase ini. Rata-rata anak mulai bisa dilatih melakukan kontrol setelah usia 18 bulan sampai dengan 2 tahun. “Sebagian besar anak perempuan dapat diberikan toilet training lebih dini dibandingkan anak laki-laki,” lanjut Nurul.

Bagaimana Bila Gagal?

Batita yang menolak untuk BAK/ BAB di kloset/pispot dengan disertai perilaku seperti menangis atau masih BAB di celana serta masih mengompol di malam hari, merupakan hambatan yang kerap kita hadapi saat mengajarkan toilet training. Tetapi hal tersebut bukan petunjuk kegagalan toilet training, lo. Toilet training dianggap kurang berhasil/ gagal ketika pada usia 5 tahun anaktidak mampu mengontrol BAK ataupun BAB. Proses bladder control biasanya sudah sempurna ketika anak berusia 5 tahun sehingga pada usia tersebut diharapkan ia telah mengusai kemampuan mengontrol BAK.

“Secara teori anak sudah mampu mengontrol keinginan BAK di siang hari pada usia 4 tahun. Sedangkan kemampuan mengontrol BAK di malam hari sekitar 80% dan semakin meningkat di usia 5 tahun.” Kegagalan toilet training dapat disebabkan oleh banyak faktor, tak jarang juga berasal dari orangtua sendiri. Kadang kita kurang tepat dalam menentukan kesiapan anak untuk memulai toilet training, misal, atau kurang dapat menjaga konsistensinya. “Karena orangtua merasa tidak tega ketika anaknya rewel saat akan BAB,” kata Nurul memberi contoh.

Lingkungan Kondusif

Saat menjalankan toilet training pada anak dibutuhkan dukungan dari seluruh anggota keluarga. Ini berarti sang pengasuh harus mendukung, begitu pun kakek nenek ketika si batita sedang menginap di rumah mereka. Toilet training bisa terhambat jika anak pernah mengalami kejadian kurang menyenangkan.

Sumber : https://eduvita.org/