Alat Wajib Pengusaha Bengkel Modern 2 dengan Jasa SEO Semarang

Alat Wajib Pengusaha Bengkel Modern 2 dengan Jasa SEO Semarang. Scanner ini umumnya digunakan untuk diagnostik sembilan merek mobil mewah yang didatangkan dari Eropa, seperti Audi, BMW, Citroen, Jaguar, Land Rover, Mercedes Benz, Peugeot, Porche, Renault, Volvo, dan VW. “Umumnya yang beli pemilik bengkel mobil CBU (completely built-up, Red.),” jelas Robani. Alat ini bisa diisi dengan sembilan perangkat lunak. Setiap perangkat lunak tersebut hanya bisa digunakan untuk satu merek mobil. Harga perangkat ini mencapai Rp 200 juta, lengkap dengan satu perangkat lunak untuk satu merek.

Kalau mau menambahkan perangkat lunak lagi, pemilik scanner harus menyiapkan uang lagi sekitar Rp 112 juta per perangkat lunak. Kemampuan teknologi Autoboss masih berada di bawah Autologic. Scanner ini biasanya digunakan oleh bengkel-bengkel umum. Kemampuannya dari membaca kerusakan, menghapus kerusakan, membaca data, mengakti‑ an komponen, hingga setting. Ia tidak bisa melakukan coding. “Kelebihan alat ini, kita bisa men-detect kerusakan tanpa harus ada mobilnya.

Caranya, berdasarkan keluhan pada mobil, kita bisa pelajari di scanner, apa yang menyebabkan timbulnya keluhan-keluhan itu,” jelas Robani. Alat ini dijual dengan harga sekitar Rp 32.500.000 per unit lengkap dengan perangkat lunak yang bisa digunakan untuk semua merek. Autel merupakan scanner paling sederhana. Alat ini hanya bisa membaca kerusakan dan menghapus kerusakan. Scanner ini biasanya digunakan oleh bengkel-bengkel umum yang masih belum besar.

Kelemahannya, perangkat ini tidak bisa digunakan untuk mobil Suzuki, Kia dan Hyundai. Perangkat lunaknya seharga Rp 5,5 juta per unit. Selain tiga tiga scanner itu, masih ada scanner khusus untuk bengkel-bengkel resmi dari pabrikan. Misalnya, scanner khusus untuk Toyota, Nissan, Daihatsu, dst. Jadi, scanner ini hanya bisa digunakan untuk melakukan scanning satu merek mobil.

Juga ada scanner khusus untuk mobil super mewah macam Lamborghini dan Ferarri. “Kami juga menyuplai alat tersebut. Satu unitnya seharga sekitar Rp 300 juta,” jelas Robani. Untuk bisa mengoperasikan scanner, seorang mekanik harus mendapatkan pelatihan singkat dari pemasok alat. Untuk tugas ini, Robani memberikan pelatihan dalam bentuk tatap muka selama satu hari.

Dalam pelatihan ini, materi yang diberikan meliputi pengenalan alat, pengoperasian tanpa menggunakan mobil, pengoperasian dengan mobil, pengetahuan tentang sensor pada mobil, trik-trik pengoperasikan alat, dsb. Selain itu, ia juga menyiapkan video pengoperasian scanner di lapangan. “Kalau dalam pengoperasian di bengkel mengalami kesulitan, mekanik bisa menghubungi saya lewat telepon atau SMS,” janji Robani.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *