Berikan Anak Reward Agar Mau Potong Rambut

sat-jakarta.com – Untuk menumbuhkan antusiasme anak di kemudian hari dalam hal memotong rambut dan kuku atau membersihkan telinga, tak ada salahnya kita memberikan reward ketika si batita berhasil melakukan hal tersebut. 0isal, setelah potong rambutskarena biasanya dilakukan sebelum mandis anak dapat diberi reward berupa bermain air di kolam kecil.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

“Yang penting adalah ‘memberi tahu’ anak bahwa reward yang mereka dapatkan adalah terkait dengan kesediaan mereka me motong rambut atau kuku,” ujar Melok. “Karena Adek sudah berani potong rambut, Mama mau beliin es krim buat anak Mama yang hebat ini.” Dengan demikian batita melihat langsung kaitan antara hadiah dengan perilakunya.

Bisa juga Mama Papa mem berikan reward yang bersifat tidak langsung, Dengan menjanjikan piknik atau membeli buku setelah anak memotong rambut dan kuku, umpamanya. Yang perlu di ingat adalah janji tersebut harus segera ditepati, dan ketika piknik atau membeli buku, jangan lupa sampaikan kepada anak bahwa inilah hadiah dari orangtua karena mereka telah bersedia memotong rambut dan kuku.

Belajar Mengingat Wajah Dan Nama

Keterlibatan batita di tempat bermain, tak cuma mengasah ke terampilannya bersosialisasi, tapi juga kognitifnya, terutama belajar mengingat wajah dan nama. Coba lihat, semakin dia hafal wajah dan nama teman-temannya, semakin ia tergerak memanggil disertai gerakan tubuh (melambaikan tangan, bertepuk tangan, dan ekspresi senang). Kemampuan mengingat nama dan wajah ini juga bisa diasah dengan cara berikut:

? Ajak anak bermain tebak nama menggunakan boneka-bonekanya yang sudah diberi nama. Sebutkan masingmasing nama boneka tersebut dengan ciri-ciri yang mudah dikenali anak. Misalnya: “Ini boneka kayu Pinokio. Lihat, hidungnya panjang. Kalau ini boneka Gretel, rambutnya kuning dan selalu dikepang.”

? Ceritakan dongeng sederhana, misalnya Cinderella, Putri Salju, Cindelaras, Raksasa dan Mentimun, serta lainnya. Tanyakan kerabat terdekat dengan tokoh, misalnya nama ibu Cindelaras, kakak-kakak dari Cinderella, dan lainnya.

? Beri anak kesempatan bersosialisasi, misalnya: mengajak berm ain ke taman kompleks, berkunjung ke tetangga yang punya teman sebaya, atau memasukkannya ke kelompok bermain, seminggu 3-4 kali. Semakin si batita bergaul dengan banyak teman/orang, semakin mudah ia belajar mengingat wajah dan nama.

Jangan Menyerah!

Mama sudah berusaha sekuat tenaga memasak makanan yang lezat dengan tampilan menarik, tetapi si batita malah memalingkan wajahnya dari makanan tersebut. Apa yang harus Mama lakukan? Hanya ada satu saran, Mam, yaitu: coba lagi, coba lagi, dan… coba lagi! Beberapa studi menemukan, untuk mengenal dan menyukai rasa makanan baru, anak perlu mencoba rasa tersebut sebanyak skali.

Pemaparan berulang membuat anak belajar bahwa mengonsumsi makanan tidak akan mendatangkan konsekuensi negatif bagi dirinya, sehingga perilaku makan itu akan diulangi di kemudian hari. Oleh karena itu, sikap positif dan “pantang mundur” dalam memberikan asupan makanan perlu dimiliki oleh seorang mama.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *