Categories
Parenting

Waspada Bila Tetap Melekat

Meskipun merupakan bagian dari tumbuh kembang anak, Mama Papa tetap harus waspada apabila sikap manipulasi ini bertahan hingga anak memasuki usia sekolah dasar. Dalam tugas perkembangannya, anak pada usia 6-7 tahun sudah mampu mengungkapkan kebutuhannya kepada orang lain sehingga ia tak perlu lagi bersikap manipulatif agar kebutuhannya terpenuhi. Ia juga sudah dapat meregulasi emosinya sehingga mampu mengendalikan diri ketika keinginannya tidak segera dipenuhi.

Dengan demikian, perilaku manipulasi seharusnya tidak lagi muncul. Jika anak tidak menunjukkan perilaku tersebut, tidak berarti ada yang salah dalam tumbuh kembangnya. “Pada intinya perkembangan anak ialah hal unik yang tidak bisa untuk menjadi perbandingan antara satu anak dengan anak yang lain” ujar Titis. Asal tahu saja, pada berbagai literatur mengenai perkembangan anak, tidak ada yang membahas secara spesifik ataupun menjadikan perilaku manipulatif sebagai milestone tahap perkembangan anak.

Itu berarti perilaku manipulatif hanyalah dampak dari karakteristik batita. Dampak tersebut bisa juga tidak tampil dalam bentuk perilaku manipulatif, misalnya dalam bentuk keras kepala atau pelit dalam berbagi mainan dengan anak lain. Jadi, Mama Papa harus terus peka terhadap tahap-tahap perkembangan anak.

Sulit Makan Belum Tentu Picky Eater

Susah makan adalah kondisi yang umum terjadi pada anak batita dan tidak selalu berujung pada picky eater. Pengertian picky eater adalah anak yang menolak makanan dengan rasa, tekstur, aroma atau tampilan spesifik. Ia juga sulit menerima jenis makanan baru. Picky eater sendiri dapat mulai dideteksi sejak anak masih dalam periode menyusu.

Pada satu bulan pertama usianya, anak yang picky eater memiliki pola mengisap yang berbeda dan jumlah isapan yang lebih sedikit dibandingkan anak pada umumnya. Picky eater memiliki indra pengecap yang sangat tajamssering kali disebut “supertaster” sehingga mereka sangat sensitif terhadap rasa makanan tertentu. Picky eater jelas berbeda dari kecenderungan sulit makan pada batita yang bersifat sementara.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing berikan ia pelatihan di tempat terbaik kursus belajar bahasa Perancis di Jakarta. sehingga ia memiliki bekal keterampilan bahasa asing yang akan sangat berguna di masa depannya nanti.

Categories
Parenting

Ingin Agar Anak Bisa Fokus dan Mandiri Bagian 2

Batasi waktu makan maksimum 30 menit dan katakan pada anak, kalau dalam 30 menit tidak dihabiskan, makanan akan disingkirkan. Pembiasaan ini perlu dijalankan berulang–ulang selama beberapa hari sampai minggu. Kalau dia lapar, dia akan mencari makanan sendiri, Ibu tinggal menyiapkan di meja/lemari dan dengan sikap tenang (tidak usah emosional), beritahu dia bahwa kalau lapar, bisa mengambil makanannya sendiri. Dalam hal belajar, matikan TV, gunakan ruang yang tidak banyak dilewati orang rumah dan jauhkan dari mainan yang akan menggoda anak untuk bermain.

Batasi waktu anak untuk mengerjakan tugasnya, misalnya dalam waktu 15 menit harus sudah selesai 5 soal (bergantung pada derajat kesulitan soal). Kalau dia bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu dan dilakukan dengan maksimal, dia akan mendapatkan hadiah berupa token (berbentuk stiker). Anak bisa mengumpulkan token dan nilai akumulatif dihitung per minggu dan per bulan. Misalnya dalam satu minggu jumlah maksimal token yang dicapai adalah 10, bisa ditukar dengan benda atau kegiatan tertentu yang disukai anak.

Ibu perlu membuat daftar perolehan token yang disetarakan dengan benda atau aktivitas yang bisa ditukar. Contoh; 8-10 token boleh ditukar dengan mainan mobil-mobilan seharga Rp50 ribu; 6-7 token ditukar dengan berenang di akhir minggu; 1-5 token tidak bisa ditukar dengan apa pun juga. Di akhir bulan, jumlah token bisa diakumulasi dan buat daftar jumlah token dan benda atau kegiatan yang bisa diperoleh anak.

Pemberian konsekuensi positif ditujukan untuk membentuk kebiasaan belajar yang tepat, dan ketika inisiatif belajar muncul dari dalam diri anak, pemberian token dan hadiah bisa dihapuskan sedikit demi sedikit. Pola pengasuhan orangtua perlu diubah yaitu menjadikan anak lebih mandiri dan tidak serba dibantu ketika mengalami kesulitan. Jangan sampai Ibu membuatkan pekerjaan rumah anak, sekalipun dengan dalih PR anak terlampau banyak atau anak belum mampu melakukan sendiri.

Categories
Parenting

Ingin Agar Anak Bisa Fokus dan Mandiri

Ibu Mayke, anak lelaki saya (6) kelihatannya tidak bisa fokus untuk menyelesaikan kegiatan. Selalu harus ditegur untuk menyelesaikannya. Contoh, kalau disuruh makan lama sekali bisa berjam-jam. Itu pun sambil saya tegur, lalu saya suapi supaya makannya cepat selesai. Lalu kalau belajar harus selalu ditunggui, karena kalau tidak, selalu menyela dengan bermain. Bagaimana cara supaya anak bisa fokus, mandiri, tanpa harus selalu ditegur? Terima kasih atas jawaban Ibu Mayke. Nurfani Salamad – Bogor.

Salam kenal buat ibu Nurfani. Kegundahan ibu juga dirasakan oleh para ibu lain. Kebanyakan orangtua sering terlupa memberikan kesempatan pada anak mengembangkan kemampuan psikososialnya. Perkembangan psikososial anak mengikuti tahapan tertentu. Pada usia batita, anakanak biasanya ingin menunjukkan kebolehan dirinya, antara lain tampil dalam perilaku memaksakan kehendak, ingin melakukan sendiri walaupun belum terampil; ingin memakai baju pilihannya sendiri, ingin makan dengan caranya sendiri.

Reaksi orangtua bermacam-macam. Ada yang bisa bernegosiasi dengan anak, anak boleh menjajal kemampuannya, tapi tetap ada batasan yang diberikan orangtua. Sementara orangtua lain langsung mematikan keinginan anak untuk menjajal kemampuan dan keinginannya, sehingga akhirnya ketika memasuki usia prasekolah (3-5/6 tahun), inisiatif anak-anak ini tidak berkembang, tanggung jawab pribadinya tidak terbentuk, semua terserah orangtua, orangtua yang mengatur, dan dia tinggal terima beres.

Saya menduga, putra Ibu sejak kecil tidak dibiasakan mengembangkan otonomi dan inisiatifnya, sehingga sekarang dia belum mampu mengatur dirinya sendiri, sebab selalu atas perintah dan bantuan orangtuanya. Dikhawatirkan, ketidakmampuan mengatur dirinya akan terus berlangsung dan di usia Sekolah Dasar anak tidak mempunyai motivasi untuk berprestasi. Kembali, semuanya bergantung pada arahan orangtua. Apa yang harus dilakukan? Dalam hal makan, Ibu perlu tega dan tegar membiarkan dia kelaparan dan jangan sampai menyuapi anak, usianya sudah 6 tahun, tidak pantas lagi disuapi.

Mendidik anak agar mandiri dan bisa fokus ialah tanggung jawab orangtua. Karena hal itulah yang harus dilakukan agar anak tidak selamanya bergantung pada orangtua. Terutama ketika anak akan mengikuti ujian IELTS, berikan ia bekal di tempat terbaik kursus persiapan IELTS di Jakarta.