Ingin Agar Anak Bisa Fokus dan Mandiri Bagian 2

Batasi waktu makan maksimum 30 menit dan katakan pada anak, kalau dalam 30 menit tidak dihabiskan, makanan akan disingkirkan. Pembiasaan ini perlu dijalankan berulang–ulang selama beberapa hari sampai minggu. Kalau dia lapar, dia akan mencari makanan sendiri, Ibu tinggal menyiapkan di meja/lemari dan dengan sikap tenang (tidak usah emosional), beritahu dia bahwa kalau lapar, bisa mengambil makanannya sendiri. Dalam hal belajar, matikan TV, gunakan ruang yang tidak banyak dilewati orang rumah dan jauhkan dari mainan yang akan menggoda anak untuk bermain.

Batasi waktu anak untuk mengerjakan tugasnya, misalnya dalam waktu 15 menit harus sudah selesai 5 soal (bergantung pada derajat kesulitan soal). Kalau dia bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu dan dilakukan dengan maksimal, dia akan mendapatkan hadiah berupa token (berbentuk stiker). Anak bisa mengumpulkan token dan nilai akumulatif dihitung per minggu dan per bulan. Misalnya dalam satu minggu jumlah maksimal token yang dicapai adalah 10, bisa ditukar dengan benda atau kegiatan tertentu yang disukai anak.

Ibu perlu membuat daftar perolehan token yang disetarakan dengan benda atau aktivitas yang bisa ditukar. Contoh; 8-10 token boleh ditukar dengan mainan mobil-mobilan seharga Rp50 ribu; 6-7 token ditukar dengan berenang di akhir minggu; 1-5 token tidak bisa ditukar dengan apa pun juga. Di akhir bulan, jumlah token bisa diakumulasi dan buat daftar jumlah token dan benda atau kegiatan yang bisa diperoleh anak.

Pemberian konsekuensi positif ditujukan untuk membentuk kebiasaan belajar yang tepat, dan ketika inisiatif belajar muncul dari dalam diri anak, pemberian token dan hadiah bisa dihapuskan sedikit demi sedikit. Pola pengasuhan orangtua perlu diubah yaitu menjadikan anak lebih mandiri dan tidak serba dibantu ketika mengalami kesulitan. Jangan sampai Ibu membuatkan pekerjaan rumah anak, sekalipun dengan dalih PR anak terlampau banyak atau anak belum mampu melakukan sendiri.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *